Tafakur

  • 365

    Konferensi Ibn Sina di Israel (Catatan Perjalanan)

    Sabtu, 22 September 2018 | Syamsuddin Arif

    Ada beberapa hal penting dan menarik untuk dicatat dari “Post-Avicennian Science and Philosophy Conference” di tahun 2005 itu. Pertama, berdasarkan data-data historis dan bukti-bukti tekstual, para spesialis sejarah Islam sekarang ini umumnya sepakat bahwa sains dan filsafat Islam justru berkembang pesat pada tiga abad setelah era Ibn Sinna. Kedua, sarjana Barat yang mayoritas non-Muslim itu secara efektif bekerja sama dan berusaha memonopoli kajian khazanah keilmuan Islam dan merebutnya dari kaum Muslim. Mereka membangun citra bahwa mereka lebih tahu dan lebih mengerti tentang seluk-beluk pemikiran dan peradaban Islam daripada orang Islam sendiri.

    Selengkapnya
  • 215

    Menghadapi Sekularisasi Nilai

    Selasa, 04 September 2018 | Adnin Armas

    Islām seharusnya bukan hanya hadir pada waktu dan ruang tertentu saja. Islām seharusnya hadir dalam seluruh kehidupan. Islām adalah agama sekaligus peradaban. Upaya keras berterusan dari tokoh-tokoh Islām yang didukung oleh umat secara berkesinambungan merupakan syarat untuk mewujudkan kehadiran Islām dalam segala aspek kehidupan.

    Selengkapnya
  • 271

    Mengenal Sains Sakral Ala Seyyed Hossein Nasr

    Jumat, 31 Agustus 2018 | Adnin Armas

    Seyyed Hossein Nasr mengkritisi pemikiran sekular dan gigih mengajukan sains sakral sebagai solusi terhadap desakralisasi ilmu pengetahuan dunia modern saat ini. Ia menuangkan gagasannya dengan menulis banyak buku, seperti Science and Civilization in Islam (1964), Islamic Science: An Illustrated Study (1976), Knowledge and the Sacred (1981), Religion and the Order of Nature, Man and Nature (1987), The Need for a Sacred Science (1993), dan lainnya.

    Selengkapnya
  • 347

    Ketika Tuhan Disingkirkan

    Selasa, 21 Agustus 2018 | Adnin Armas

    Ide tentang Tuhan dianggap mengganggu manusia. Maka, para pemuja kebebasan berkomitmen: singkirkan Tuhan agar kebebasan kita tak terganggu, agar kita sepuas-puasnya melampiaskan hawa nafsu. Padahal, al-Qur’an justru menjelaskan: “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang!” (QS 13:28).

    Selengkapnya