Obrolan Warung Kopi

  • 131

    Tentang Genosida di Abad Informasi

    Sabtu, 15 September 2018 | Fathiannisa Cesaria

    Kecanggihan teknologi dan informasi di abad 21 yang setia dalam genggaman kita rupanya tidak selalu menjadi faktor lekatnya kita dengan bermacam kabar terbaru. Mungkin kita amat ingin memperbaharui kabar-kabar tertentu yang diinginkan atau sukai. Namun, kabar apa yang sampai atau datang masih tergantung pada fikiran dan hati kita sendiri. Karena biasanya, kalau kita mendengar kabar tentang kesengsaraan saudara-saudara kita, tak ada alasan untuk berpangku tangan. Apalagi, ini tentang saudara yang tempat tinggal persis di sebelah rumah kita.

    Selengkapnya
  • 48

    Rohingya dan Kita

    Kamis, 13 September 2018 | Rahmatika D. Amalia

    Jika kita melakukan penelusuran sederhana di situs pencari, kita akan melihat perbedaannya. Berita Rohingya kalah jauh dibandingkan berita mengenai Palestina dan Suriah. Nasib mereka, yang hanya sepelemparan batu dari negeri kita, memang kurang mendapat perhatian. Bahkan, jika mau jujur, sepertinya baru-baru ini saja kita tahu kalau ada sekelompok umat Islam minoritas di negeri mayoritas Buddha yang kini tengah menderita.

    Selengkapnya
  • 76

    Menadah Air Mata Orang-orang Rohingya

    Senin, 10 September 2018 | Komunitas NuuN

    Kita dan mereka ialah sesama kaum beriman. Dalam kesengsaraan yang dalam, mereka menyebut pujian kepada Nabi, sebagaimana kita memuliakan baginda. Kiblat mereka ialah kiblat yang sama. Istigfar di sudut dalam sanubari Rohingya ialah juga istigfar kita. Dalam bibir-bibir mereka yang lelah dan tanpa daya tersembunyi takbir, tahlil, serta tahmid yang selafaz dengan takbir, tahlil, serta tahmid di lidah kita. Kita membaca alfatihah yang sama dan moga-moga bertemu dalam amin yang rampak seiring, membumbung bertaut dalam sujud sebagai hamba.

    Selengkapnya
  • 263

    “Solanin”: Mencari Makna Kehidupan di antara Jiwa-Jiwa yang Letih

    Minggu, 09 September 2018 | Rahmatika D. Amalia

    “Solanin” adalah karya Asano Inio yang ditulis 13 tahun yang lalu, tapi permasalahan-permasalahan yang ada di dalamnya masih relevan hingga saat ini. Meskipun cukup singkat, hanya dua volume saja, tapi komik ini terasa begitu padat dan membahas mengenai masalah-masalah penting dalam kehidupan, seperti soal pekerjaan, karier, keluarga, kehidupan, kematian, dan kebahagiaan.

    Selengkapnya