Indeks

  • 280

    Membaca “Wabah dan Ṭā‘ūn”: Suatu Pemerkenalan Terjemahan Kitab Mā Rawāh al-Wāʿūn fī Ākhbār al-Ṭāʿūn

    Senin, 29 Maret 2021 | Komunitas NuuN

    Secara keseluruhan edisi terjemahan bahasa Indonesia ini diberi judul: Wabah dan Ṭāʿūn: Tinjauan Ḥadīth, Kedokteran, dan Sejarah (Telaah dan Terjemahan Kitab Mā Rawāh al-Wāʿūn fī Akhbār al-Ṭāʿūn). Kami berusaha menghadirkan suatu terjemahan yang “loyal terhadap teks” tetapi juga memudahkan pembaca untuk mengerti kandungannya. Sebagai ikhtiar pertama penerjemahan yang dilakukan oleh Jawharuna Institute dan Komunitas NuuN, tentu karya ini mengandung banyak kelemahan. Boleh jadi beberapa bagian yang mengandung unsur-unsur sastrawi terasa agak kaku dan tekstual. Juga kelemahan-kelemahan lain yang mungkin akan lebih mudah ditemukan oleh pembaca.

    Selengkapnya
  • 165

    Komunitas NuuN dan Jawharuna Institute akan Menerbitkan Buku Mengenai Wabah dan Ṭāʿūn

    Jumat, 19 Maret 2021 | Komunitas NuuN

    Di antara ulama yang menulis karya mengenai kedokteran ialah al-Imām Jalāl al-Dīn al-Asyūṭī. Selama ini al-Suyūṭī lebih dikenal sebagai penulis Tafsīr al-Jalālayn, tafsīr ringkas dan popular yang juga ditulis gurunya, Jalāl al-Dīn al-Maḥallī. Namun sesungguhnya al-Suyūṭī juga banyak menghasilkan karya yang berkaitan dengan bidang ilmu lain, termasuk kedokteran.

    Selengkapnya
  • 391

    Wabah dalam Tinjauan Metafisika Islām

    Jumat, 12 Maret 2021 | Adnin Armas

    Berdasar pada apa yang disampaikan Imam Fakhr al-dīn al-Rāzī, pada akhirnya, penyebab akhir (the ultimate cause) segala sesuatu ialah izin dari Allāh (bī idznillah). Banyak pula ayat yang menyebutkan Allāh Mahatahu, Allāh Maha Berkuasa, Allāh Maha Berkehendak dan sebagainya. Secara ringkas, musibah dalam pandangan metafisika Islām terjadi karena Allāh memang menghendakinya. Tidak ada yang dapat menghalangi jika memang Allāh menghendaki.

    Selengkapnya
  • 1317

    Purnama Retak: Sebuah Novel yang Ditulis dengan ‘Darah’ dan Gairah

    Kamis, 17 September 2020 | Komunitas NuuN

    Cerita dalam Purnama Retak ini juga unik. Cerita yang boleh jadi tidak banyak orang pernah merasakan atau mengalaminya. Walaupun diakui oleh penulisnya sebagai cerita fiksi, tetapi novel ini sebenarnya terlalu jujur untuk sebuah fiksi.

    Selengkapnya