• Ikuti kami :

Reformasi 1998 dalam Kacamata yang Lebih Besar: Peran Umat Islam

Komunitas NuuN 452

Pada 1997, NU menghadapi musibah isu dukun santet. Isu itu diduga merupakan pembunuhan terencana terhadap tokoh-tokohnya di Banyuwangi. Muhammadiyah juga terkena imbas.

GAM dan Persatuan Indonesia

Komunitas NuuN 373

Rezim penguasa tidak mau peduli saran, nasihat, bahkan tuntutan masyarakat Aceh. Perlawanan dihantam dengan senjata. Aceh menjadi Daerah Operasi Militer (DOM). Tak terhitung berapa nyawa melayang dari anggota GAM, TNI, Polri, dan masyarakat kebanyakan yan

Misteri di Balik Kehadiran NII dan Kartosuwirjo

Komunitas NuuN 491

Sumber foto: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950: Dari Negara Kesatuan Ke Negara Kesatuan. 1975. Jakarta: Badan Pimpinan Harian Pusat (BPHP) Korps Cacad Veteran Republik Indonesia—Badan Penerbit ALDA.

Becermin dari Dewan Konstituante

Komunitas NuuN 465

Pemilu 1955 bertujuan untuk memilih wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Konstituante. Menurut Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950, DPR hasil Pemilu 1955 memiliki hak legislatif seperti hak anggaran, hak amendemen, hak inisiatif,

Pemilu Tahun 1955 dan Kebersatuan Umat Islam: Banyak Baju, Satu Tubuh, Satu Jiwa

Komunitas NuuN 362

Deskripsi foto: Nyonya Sunarjo Mangunpuspito bersama Nyonya Dr Sukiman menuju ke rapat Masjumi di Alun-Alun Utara Yogya menghadapi kampanye pemilihan umum baru-baru ini.

Tetap Berjuang Meskipun Bubar

Komunitas NuuN 450

Menyoal alasan pemerintah (peraturan pemerintah) yang menilai Partai Masyumi harus dibubarkan akibat indikasi adanya keberpihakan kepada pemberontakan PRRI, Prawoto Mangkusasmito, ketua umum terakhir Partai Masyumi, membuat pembelaan atas itu pada tulisan

Politik dan Hakikat Manusia

Komunitas NuuN 330

Perihal hubungan politik antara pemerintah dengan rakyatnya, dalam kitabnya itu dianalogikan oleh Teungku di Mulek bukan sebagai hubungan antarmakhluk, melainkan hubungan intramakhluk. Ini menunjukkan bahwa sedemikian intimnya hubungan politik antara peme

Cerita Foto Tentang Penyemir Sepatu

Komunitas NuuN 290

Anak-anak itu penyemir sepatu. Mereka memilih mencari uang daripada sekolah. “Malas sekolah, Pak,” kata mereka. Pengakuan mereka, keluarga mereka terpencar. Orang tua tinggal di kampung, sedangkan saudara entah memperjuangkan nasib. Mereka dari keluar

Gedung Pencakar Langit dan Keangkuhan

Komunitas NuuN 318

Di balik gagahnya bangunan-bangunan megah itu tersembunyi kekerdilan jiwa-jiwa manusia. Juga mengerdilkan hakikat kemanusiaan. Padahal, gedung-gedung harusnya memanusiakan manusia.